
Dalam perkembangan terbaru yang mengguncang komunitas fighting game global, Capcom mengumumkan bahwa mereka akan mengembalikan opsi nonton secara gratis untuk acara besar mereka — Capcom Cup dan Street Fighter League World Championship — setelah protes keras dari para penggemar. Keputusan ini menjadi salah satu momen paling dibicarakan di scene esports awal 2026, menandai pergeseran signifikan dalam cara streamer dan penonton menikmati konten kompetitif Street Fighter 6.
Berita ini bukan hanya soal harga siaran atau model monetisasi — ini tentang apa yang terjadi ketika komunitas gamer mengangkat suara mereka dan berujung memaksa sebuah perusahaan besar untuk mendengarkan. Artikel ini akan mengulas latarnya secara menyeluruh, termasuk sejarah keputusan, respons fans, perubahan struktur siaran, potensi dampaknya pada masa depan esports, serta opini profesional dan komunitas. Gaya penulisan Gen Z dipadukan dengan kedalaman jurnalis untuk memberi kamu konteks yang utuh dan jujur.
Sejarah Singkat Kontroversi: Dari Gratis ke Pay-Per-View
Selama bertahun-tahun, acara Capcom Cup dan Street Fighter League World Championship menjadi dua turnamen paling ditunggu di kalender esports Street Fighter. Sebagian besar edisi sebelumnya ditayangkan secara gratis melalui platform seperti Twitch atau YouTube, memungkinkan komunitas global menyaksikan aksi terbaik tanpa biaya tambahan.
Namun, pada akhir 2025, Capcom mengejutkan banyak pihak dengan pengumuman bahwa Capcom Cup 12 dan Street Fighter League: World Championship 2025 akan berubah menjadi pay-per-view (PPV). Artinya, jika penonton ingin menyaksikan siaran langsung, mereka harus membeli tiket digital berbayar — sebuah langkah yang belum pernah terjadi sebelumnya di dunia esports Street Fighter.
Harga awal diumumkan sebagai:
- Sekitar ¥4,000 (~$27) untuk satu final
- Sekitar ¥6,000 (~$40) untuk paket dua hari (Capcom Cup + SFL World Championship)
Harga ini dianggap jauh di atas ekspektasi komunitas, karena selama ini publik sudah terbiasa menonton turnamen secara gratis.
Reaksi Komunitas: Kritik, Kekecewaan, dan Gelombang Protes
Pengumuman pay-per-view langsung memicu gelombang kritik besar dari komunitas Street Fighter dan fans fighting game secara umum. Tidak hanya dilihat sebagai perubahan harga, tetapi juga dianggap sebagai pergeseran strategi yang berpotensi memisahkan penggemar biasa dari acara terbesar di scene kompetitif.
Beberapa komentar paling keras datang dari platform komunitas seperti Reddit, di mana banyak pemain menyuarakan kekecewaan mereka secara langsung. Penonton berargumen bahwa:
- Capcom Cup adalah tradisi yang seharusnya bisa diakses semua orang
- Patung barisan loyal fans justru merasa dihianati
- Banyak gamer merasa pengalaman streaming gratis adalah bagian inti dari budaya FGC (Fighting Game Community)
Tak sedikit yang berpikir bahwa keputusan ini justru akan merusak hubungan perusahaan dengan komunitasnya sendiri. Banyak suara veteran scene yang mengatakan bahwa streaming gratis adalah alasan kenapa Street Fighter tetap relevan sebagai esports sejak era arcade hingga era modern.
Capcom Mendengarkan: Revisi Model Streaming
Tidak lama setelah reaksi memuncak, Capcom melalui Tetsuya Tabuchi, Deputy Head dan General Manager Divisi Esports, mengeluarkan pernyataan resmi tentang perubahan tersebut. Intinya: Capcom merevisi struktur harga dan memberikan opsi gratis untuk menonton acara besar tersebut.
Beberapa poin penting dari revisi ini adalah:
Sistem Harga yang Direvisi
Alih-alih tetap pada harga awal yang mahal, Capcom kini menawarkan:
- Tiket dua hari untuk Capcom Cup 12 + SFL World Championship dengan harga sekitar ¥1,500 (~$10)
- Tiket satu hari hanya sekitar ¥900 (~$6)
Dengan harga ini, banyak fans merasa biaya masih wajar, tetapi masih lebih rendah daripada rencana awal yang membuat fans berang.
Opsi Gratis: Strategi Aksesibilitas Baru
Selain harga yang dipangkas, Capcom mengambil langkah penting lainnya: penayangan gratis tetap ada, meskipun dalam format berbeda dan dengan keterbatasan:
Siaran Gratis dalam Battle Hub
Pemain Street Fighter 6 sekarang bisa:
- Menonton final Capcom Cup 12 dan Street Fighter League World Championship dalam game melalui fitur Battle Hub tanpa biaya
- Syaratnya pemain harus memiliki game Street Fighter 6 dan koneksi online
- Keterbatasannya termasuk tidak adanya komentar resmi dan kapasitas penonton yang dibatasi, ditawarkan secara first-come, first-served
Langkah ini menjadi bentuk kompromi yang cukup besar dari Capcom, karena memberi akses gratis kepada komunitas yang sudah berada di dalam game — sebuah fitur eksperimental yang terintegrasi langsung ke dalam pengalaman bermain.
Detail Perubahan Penayangan Persisnya
Beberapa perubahan tambahan yang diumumkan mencakup:
- Group Stage & Qualifier Stage tetap gratis: Bagian awal turnamen bisa ditonton tanpa biaya sama sekali karena Capcom tetap mempertahankan akses terbuka untuk tahap awal.
- Co-Streaming Diperbolehkan Untuk Tahap Awal: Mirror streaming atau co-stream bersama konten komunitas kini diizinkan untuk fase awal, sehingga kreator bisa menyiarkan momen penting bersama penonton mereka sendiri.
- Eksperimental Battle Hub: Streaming gratis di Battle Hub adalah percobaan baru yang mungkin berkembang di edisi mendatang jika respon positif.
Ini bukan sekadar rollback atau u-turn biasa; ini merupakan kombinasi strategi yang mencoba memuaskan dua pihak: monetisasi acara dan aksesibilitas penggemar.
Kenapa Capcom Melakukan Perubahan Ini?
Capcom menyatakan alasan di balik revisi adalah feedback komunitas yang sangat kuat dan keinginan untuk memastikan acara tetap relevan tanpa memisahkan fans besar maupun kecil. Dalam pernyataannya, Capcom menekankan bahwa mereka sedang mengevaluasi “struktur harga dan konteks global” agar penonton di seluruh dunia tetap bisa menikmati acara tanpa terlalu terbebani.
Faktor yang diduga mempengaruhi perubahan itu antara lain:
- Konsumen internasional melihat harga awal terlalu tinggi
- Komunitas profesional dan amatir sama-sama merasa diabaikan
- Esports bukan sekadar komoditas, tetapi ruang budaya digital
- Persaingan dengan esports lain yang tetap gratis secara streaming
Langkah ini terlihat sebagai upaya Capcom untuk menyeimbangkan kepentingan bisnis dan kepuasan fans jangka panjang.
Respons Komunitas Setelah Perubahan
Protes awal memang keras, tetapi setelah Capcom mengumumkan opsi gratis dan harga baru, reaksi komunitas terbagi menjadi beberapa kelompok:
1. Penggemar yang Lega
Banyak pemain menyambut baik keputusan revisi, terutama mereka yang menonton melalui Battle Hub, karena merasa komunitas tetap dihargai.
2. Kritikus Masih Tidak Puas
Sebagian masih menganggap model pay-per-view itu tidak perlu, terutama untuk bagian final turnamen yang terkenal dan sudah memiliki tradisi streaming gratis.
3. Kreator Konten Menyambut Mirror Streaming
Kemudahan co-streaming di awal turnamen membuat kreator merasa dihormati sebagai bagian dari ekosistem komunitas Street Fighter.
Perdebatan ini terus berlanjut di forum diskusi, subreddit, dan platform komunitas lainnya, yang menunjukkan bahwa keputusan Capcom telah menghidupkan kembali diskusi tentang hak akses fans dan masa depan monetisasi esports.
Dampak Jangka Panjang terhadap Esports Street Fighter
Keputusan Capcom ini bisa memiliki implikasi lebih luas:
Aksesibilitas Esports
Penonton global kini tetap bisa menyaksikan acara besar melalui opsi gratis, menjaga kepopuleran acara meskipun ada batasan teknis di battle hub.
Monetisasi dan Model Bisnis Baru
Capcom kini mengeksplorasi model hybrid antara free access dan PPV murah, yang bisa menjadi blueprint bagi turnamen esports lain yang ingin menghasilkan pendapatan tanpa mematikan basis fansnya.
Eksperimen Integrasi Game & Streaming
Fitur Battle Hub menjadi contoh nyata bagaimana game bisa menjadi platform distribusi sekaligus media streaming — sesuatu yang mungkin berkembang di masa depan jika integrasinya semakin mulus.
Penutup: Komunitas yang Layak Didengar
Kasus ini menunjukkan bahwa ketika komunitas berbicara, perusahaan besar pun bisa berubah. Capcom tidak sepenuhnya mundur dari model monetisasinya, tetapi mereka menunjukkan bahwa pendapat fans tetap memiliki bobot.
Keputusan untuk memberi opsi nonton gratis dan penyesuaian harga pay-per-view adalah kompromi yang jarang terjadi di industri esports, terutama untuk acara sebesar Capcom Cup dan Street Fighter League World Championship.
Jika langkah ini berhasil menjaga antusiasme tanpa mengorbankan potensi monetisasi, maka Capcom Cup 12 bisa menjadi contoh bagaimana esports dan komunitas gamer bisa tumbuh bersama — bukan di jalan yang saling berlawanan.